Januari 27, 2026 5:48 pm
11

Tebingtinggi
Maraknya aksi dari oknum-oknum yang memegang KTA PERS atau Wartawan selaku sosial control banyak hanya disalah gunakan menakut-nakuti,apalagi di Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara para pengusaha SPBU maupun para pembeli minyak pertalite dengan derigen dijadikan pemberitaan yang dishare ke publik tentang kesimpang siurannya sampai saat ini non konfirmasi alias copy paste dan isi kalimat plagiat (ciplakan) dengan kode seri berita si penulis tertera “Tim” resahkan pengelolah SPBU juga pe dagang minyak eceran dengan acaman pemberitaan yang diduga kuat berujung maksud dan tujuannya “86” berdamai
Menurut beberapa pengecer minyak eceran yang membeli di sejumlah SPBU di Kota Tebing Tinggi yang tak ingin disebutkan identitasnya kepada sejumlah Awak Media pada Kamis(23/11/2023)mengatakan hanya untuk menghidupi keluarga mereka dikarenakan tak bisa bekerja dan memang kami keluarga tak mampu,ucap para pedagang eceran.
Dari hasil pantauan sejumlah Awak Media baik cetak maupun Media Online yang ada di Kota Tebing Tinggi perlu adanya penindakan dan penertiban hukum kepada para oknum-oknum Wartawan yang telah melanggar Undang- Undang Pers dan kode etik yang apalagi diketahui dengan UU ITE sudah dapat melaporkan bilamana ada yang dirugikan dari pemberitaan yang di buat oleh oknum-oknum Wartawan yang suka membuat berita non konfirmasi untuk memeras targetnya dalam pemberitaan yang berjuluk opini,apakah boleh,somasi dan laporkan pada yang berwajib.”ucap R.Sembiring salah seorang Wartawan di Kota Tebing Tinggi Sekitarnya yang di amini sejumlah Awak Media yang tidak senang dengan kelakuan para oknum-oknum recehan yang bersembunyi dibalik legalitas dan identitas profesi Wartawan suka membuat berita tanpa komfirmasi dikarenakan tidak pernah memahami UU Pers sebagai pedomannya.
R.Sembiring juga berharap agar penertiban oknum-oknum Wartawan tersebut menjadi kesadaran para Pimpinan Redaksi Media Cetak maupun Media Online untuk tidak sembarangan memberi izin apalagi mengeluarkan KTA PERS pada Wartawan daerahnya kalau hanya untuk menakut-nakuti dan tak pernah memberitakan hasil komfirmasinya semua hanya serba plagiat. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *