April 17, 2026 5:30 pm
2

Tebing Tinggi – Genews Tv

Tidak sesuai kesepakatan pembayaran upah, Puluhan pekerja Sortir Lipat (Sortir) Pemilihan Umum (Pemilu) surat suara melakukan protes ke pihak vendor CV Transpormasi Teknik, di gudang Logistik KPU Tebing Tinggi, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir. Pada Sabtu malam, (13/01/2024).

Informasi yang diperoleh tim Genews Tv di lokasi, pekerja sortir kecewa karena pembayaran upah yang diberikan pihak vendor hanya Rp 150 perlembar, jumlah ini tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, yakni Rp 300 perlembar.

“Kami lakukan protes karena honor tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Pihak vendor hanya memberikan setengah yakni Rp 150 perlembar, untuk surat suara Presiden,” kata Devi yang mengaku sebagai pekerja.

Dijelaskan Devi, besaran pembayaran untuk sortir awalnya tidak ada perbedaan nominal. Tapi pernyataan dari pihak vendor bahwa pembayaran berdasar jenis surat suara seperti Surat Suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) dibayar perlembarnya Rp 150, sedangkan surat suara DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota dibayar Rp. 200 perlembar.

“Ini juga yang membuat kami kecewa. Terkesan hasil kerja kami tidak dihargai, dan berharap dapat diberikan sepenuhnya,” ucapnya.

Usai menggelar aksi, pekerja sorlip berdialog dengan pihak vendor dan sepakat untuk membayar penuh honor sesuai janji awal.

“Kita sanggupi permintaan pekerja sortir untuk pembayaran penuh. Kejadian ini hanya salah paham dengan pihak pengawas di gudang logistik,” kata Agung Nugraha tim teknis CV Transpormasi Teknik.

Sementara itu, Ketua KPU Tebingtinggi Emil Sofyan saat dikonfirmasi melalui seluler terkait protes pekerja sorlip mengatakan bahwa seluruh pembayaran telah diserahkan ke pihak vendor.

“KPU Tebingtinggi telah menyerahkan proses sortir surat suara hingga pembayaran ke vendor,” tutupnya. 

(HeHa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *