
Deliserdang-Proyek Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang sedang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II di bawah naungan Kementerian PUPR, menjanjikan banyak manfaat bagi masyarakat setempat. Selain berfungsi sebagai penampung air hujan untuk mencegah banjir, bendungan ini juga akan menjadi sumber energi listrik, jaringan irigasi pertanian, sumber air bersih, destinasi wisata, dan tempat olahraga air. Lebih dari itu, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap lingkungan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Pembangunan Bendungan Lau Simeme, dengan anggaran mencapai Rp 1,7 triliun, terbagi menjadi dua paket pekerjaan yang telah dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. Saat ini, progres pembangunan mencapai 50 persen dengan target penyelesaian pada Juni 2024. Kepala Camat Birubiru, Dany Mulyawan, menyatakan bahwa jika proyek ini berhasil diselesaikan, akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agung Setya, telah melakukan peninjauan langsung terhadap proyek tersebut bersama beberapa pejabat terkait lainnya. Beliau menegaskan pentingnya kelancaran pembangunan bendungan ini untuk kepentingan masyarakat, dan bahwa pihak kepolisian akan mengawal proyek tersebut hingga selesai. Agung juga menyoroti pentingnya Bendungan Lau Simeme dalam mendukung pertanian, yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat Sumatera Utara.
Selain itu, Agung menjelaskan bahwa pembangunan bendungan ini telah mengikuti semua peraturan dan terencana dengan baik, termasuk penerbitan SK Penetapan Area Kerja (PAK) dari Menteri Kehutanan serta perolehan izin yang diperlukan, seperti izin pinjam pakai dan izin pelepasan hutan.