Januari 29, 2026 12:16 am
siswi-sma

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ghulam Yanuar Luthfi / VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)

Medan-Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun menahan seorang siswi SMA berinisial GS (18) yang melakukan aborsi di toilet Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Pelajar tersebut telah diamankan di Polres Simalungun dan sedang diperiksa,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun, AKP Ghulam Yanuar Luthfi, Jumat, 21 Juni 2024.

Ghulam menjelaskan bahwa GS mendatangi RS Prima Medica Nusantara Balimbingan pada Rabu pagi, 12 Juni 2024, sekitar pukul 05.30 WIB dengan keluhan sakit perut. “Setibanya di rumah sakit, GS langsung menuju toilet UGD, mengunci pintu, dan melakukan aborsi sendirian,” ujar Ghulam.

Siswi kelas XII SMA itu menggugurkan kandungannya yang diperkirakan berusia 6 bulan. Menurut hasil pemeriksaan dan pengakuan GS, ia mengonsumsi 4 butir pil pelancar haid sebelum kejadian. “GS mengaku mengonsumsi obat jenis pil Tuntas sebanyak 4 butir setelah mengetahui dirinya hamil. Kami akan melakukan pemeriksaan dengan ahli farmasi untuk mengetahui apakah pil tersebut menjadi penyebab keguguran,” tutur Ghulam.

Ghulam juga menyatakan bahwa pihaknya sedang memburu kekasih GS yang menghamilinya. Identitasnya telah diketahui, tetapi ia berhasil melarikan diri saat akan diamankan. “Kami akan terus mencari pasangan GS,” kata Ghulam.

Menanggapi kejadian ini, Ghulam mengimbau masyarakat, terutama remaja, untuk berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalani hubungan pribadi, serta tidak mudah terpengaruh untuk melakukan hubungan intim yang merugikan salah satu pihak. “Kami mengingatkan remaja untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri, serta segera mencari bantuan dari orang tua atau pihak berkompeten jika menghadapi masalah,” kata Ghulam.

Ghulam juga menekankan pentingnya edukasi seks dan kesehatan reproduksi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Ia mengajak sekolah dan keluarga untuk berperan aktif dalam memberikan pemahaman yang benar. “Edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan konsekuensi dari hubungan seksual perlu ditingkatkan di kalangan remaja,” ujar Ghulam.

Selain itu, Ghulam meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan segera mencari pertolongan medis jika menghadapi situasi darurat. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mengambil langkah yang melanggar hukum atau membahayakan nyawa. Jika ada masalah kesehatan, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat,” kata Ghulam.

Ghulam berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan. Bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua,” ucap Ghulam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *