November 30, 2025 6:20 pm
Video-aksi-baku-pukul-pendemo

Kendari-Sebuah video viral memperlihatkan baku pukul antara pendemo dan staf DPRD Kendari, Sulawesi Tenggara, saat aksi protes terkait galian kabel Telkom. Insiden ini terjadi pada Selasa siang (13/08/2024) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari, yang berlokasi di Jalan Madusila, Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Para pengunjuk rasa mendatangi kantor DPRD untuk mendesak digelarnya pertemuan (hearing) guna membahas protes mereka terhadap lubang galian kabel yang dianggap meresahkan. Namun, demonstrasi tersebut berubah menjadi ricuh hingga terjadi baku hantam antara pendemo dan staf DPRD.

Dalam video yang diterima oleh TribunnewsSultra.com, tampak sekelompok pendemo melakukan aksi di depan pintu masuk Sekretariat DPRD Kendari. Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi serupa di kantor PT Telkom Kendari di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.

Selama menyampaikan aspirasinya, pendemo meminta untuk bertemu dengan anggota DPRD Kendari. Mereka juga membawa ban bekas ke depan pintu masuk kantor DPRD, namun staf dewan melarang pembakaran ban tersebut.

Koordinator Lapangan Aksi, Ali Sabarno, menyatakan bahwa kericuhan dipicu oleh tindakan provokatif dari staf DPRD yang melempari ban bekas ke arah para pendemo. Ali menegaskan bahwa mereka datang ke kantor DPRD dengan damai untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, namun malah dipukul oleh oknum yang ia sebut sebagai preman.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kasubag Humas Protokoler Sekretariat DPRD Kendari, Bobby Adrian Sabara, membantah adanya keterlibatan preman dalam baku hantam tersebut. Bobby menjelaskan bahwa yang terlibat adalah staf ASN DPRD Kendari dan para pendemo, bukan preman. Ia menduga bahwa insiden itu terjadi karena kesalahpahaman antara staf dan pendemo yang ingin bertemu dengan anggota DPRD, yang pada saat itu tidak berada di tempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *