Siborongborong- Program Pemerintah pusat terkait pemenuhan gizi terhadap anak anak sekolah, melalui makanan bergizi gratis yg populer disebut MBG, mendapat beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari yg pro dan kontra, serta mendapat berbagai ragam kejadian disekolah saat program ini diluncurkan.
Melihat hal ini BGN berusaha penuh untuk memberikan layanan terbaik bagi anak anak sekolah, dimana salah satu usaha perbaikan pelayanan itu terlihat melalui juklak/ juknis BGN dalam pembangunan Dapur SPPG serta fasilitanya yg benar benar untuk memberikan hal terbaik dalam pengelolaan Program ini melalui mitra yg telah ditetapkan.
Dimana juklak/juknis yg terlihat aturannya secara umum untuk pembangunan dapur dan fasilitas nya, mitra harus memenuhi kriteria yg sangat ketat dimana kriteria itu secara garis besar harus memenuhi syarat sebagai berikut,: Dapur harus berstandar modern dgn ukuran bangunan 20X20 m ( 400m”) Dgn luas lahan minimal 800m”, harus bersih jauh dari tempat sampah/limbah, alur distribusi harus terpisah dari penerimaan bahan, persiapan dan pengemasan untuk menghindari kontaminasi silang, dapur dirancang untuk melayani maksimal 2000-3000 porsi perhari, sarana air bersih, air galon untuk memasak, sanitasi, dan listrik.
Tapi aneh bin ajaib peraturan ini seakan tidak berlaku pada dapur SPPG yayasan Asta Cita Harapan Bangsa yg terletak di jln Pintu air depan SMP negeri satu siborong-borong borong, dimana dapur ini adalah bekas ruko dgn ukuran bangunan dan lokasi yg tidak sesuai aturan, berdiri diatas daerah aliran sungai, dimana aliran sungai ini jadi pembuangan limbah rumah tangga penduduk yg berada persis dibelakang dapur tsb, lokasi berada ditengah tengah padat pemukiman dan pusat perkantoran ( Kantor camat, Kejaksaan,Lapas,Pemadam kebakaran,puskesmas , Kantor PLN, dan Kantor polsek) serta sekolahan (SMP Neg 1 dan SMK Nusantara Siborongborong),sarana air bersihnya disinyalir tidak memenuhi standart,saat jam sibuk terutama pagi hari menjadi lokasi macet karena disamping lokasi padat penduduk dan perkantoran jalan lokasi tsbt relatif sempit.
Melihat kondisi ini jurnalis Genews TV mencoba meminta konfirmasi (24/01)terkait keberadaan dapur tersebut kepada Syahnan Lubis Sebagai Korwil SPPG melalui sambungan pesan tertulis WA, sampai berita ini diturunkan tidak ada respon atau tanggapan, begitu juga KASPPG BGN Taput Erik Cantona Sinaga tidak juga memberikan respon maupun Tanggapannya .
Ketika Masyarakat yg ada sekitar lokasi dapur ini di konfirmasi, masyarakat sekitar yg enggan ditulis namanya mengharapkan, kepada pemangku Kepentingan Khusus nya BGN Pusat, agar merelokasi dapur tsb, bukan kita sirik atau dengki dgn usaha orang, tapi lokasi dapur itu tidak cocok disini, apalagi waktu pagi sangat macet karena akses jalan kelokasi tidak memadai lagi, ditambah dgn lokasi dapur langsung berhadapan dgn pintu gerbang SMP negeri satu siborong-borong ujarnya,pada awak media ini. (Hentas)