Juni 18, 2026 1:30 pm
10

Tapanuli Selatan- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Menyambut Baik Peluncuran Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara ( USU) Tahun 2026 Dengan Tema “USU Peduli Pengabdian Pascabencana Hidrometeorologi Melalui Penataan Lingkungan Dan Pengembangan UMKM Di kabupaten Tapanuli Selatan” Digelar Dikantor camat BatangToru Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut Dihadiri Kalaksa BPBD Tapsel, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dekan Fakultas Pertanian UGN Dr. Angelia Utari Harahap S.Pt. M.Pt, Unsur Akademisi USU, forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia, Tokoh Masyarakat Serta Warga Desa Aek Ngadol Dan Desa Muara Hutaraja.

Melalui sambutannya, Bupati Tapanuli Selatan Melalui Wabup H.Jafar Syahbuddin Ritonga Menyampaikan Apresiasi Dan Trimakasih Kepada Universitas Sumatera Utara ( USU) yang Memiliki Tapanuli Selatan Sebagai Lokasi Program Pengabdian Masyarakat.

Kehadiran USU Menjadi Bukti nyata Bahwa Pemulihan Pascabencana Membutuhkan Kolaborasi Dari berbagai Pihak” ujarnya.

Wabup Mengungkapkan Bahwa Bencana Hidrometeorologi yang Melanda Tapsel 25 Desey2025 Berdampak sangat luas, Dari 15 Kecamatan yang ada 14 kecamatan Terdampak Bencana Dengan Korban jiwa Mencapai 95 Orang serta kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup besar.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan tidak mungkin bekerja sendiri Dalam proses pemulihan Daerah, karena itu sinergi dengan perguruan tinggi,lembaga sosial,NGO, Dunia usaha Dan seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan sangat penting.

“Kami tidak akan Sanggup Membangun Tapsel sendirian Kami Membutuhkan Kolaborasi dan dukungan semua Pihak, karena itu Kami Menyambut Baik program USU Peduli yang Hanya tidak Fokus Pada Penataan Lingkungan tetapi juga Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat” Tegasnya.

Wabup Jafar Menekankan Bahwa saat ini fokus utama Pemerintah Daerah adalah Mempercepat Pemulihan ekonomi Masyarakat yang berdampak Bencana Berbagai Program telah diluncurkan, Mulai Dari Gerakan Seribu Hektare Jagung, Gerakan Seribu kolam, Revitalisasi Pertanian , Hingga Program Pembiayaan Usaha Bagi Masyarakat , salah satunya Melalui Progam Kridit Usaha Rakyat ( KUR ) dengan bunga nol persen yang dapat dimanfaatkan Masyarakat untuk Memulihkan usaha Pertanian, Peternakan Maupun Usaha Produktif lainnya.

“Rumah saja tidak cukup, Ia juga mengungkapkan Bahwa Pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan Pascabencana Turun Hingga 27 Persen, Masyarakat Juga Membutuhkan Sumber Penghidupan karena itu Program Program Pemberdayaan Ekonomi Menjadi Prioritas kami agar Masyarakat bisa Bangkit dan Mandiri Kembali” Katanya.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat (PKM) USU Desa Muara Hutaraja Dr. Oding Affandi S.Hut M.P Menjelaskan bahwa Program Desa Binaan USU Merupakan Kegiatan Berkelanjutan yang akan Dilaksanakan Selama tiga Tahun Melalui Pendampingan lansung Kepada Masyarakat.

Menurutnya program Di Desa Aek Ngadol di fokuskan pada Revitalisasi Pertanian Pascabencana, Pengembangan UMKM berbasis Potensi lokal, Penanaman Bibit Produktif , kegiatan literasi Hingga Pendampingan Psikososial Masyarakat, USU juga telah Menyalurkan Dua Unit Hand Traktor untuk mendukung Pemulihan Sektor pertanian Untuk Desa Di Muara Hutaraja USU akan Fokus Pada Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat, Pemberdayaan Kelompok Usaha, Peningkatan Literasi, serta Dukungan sarana Administrasi Desa Berupa Peralatan kantor Dan Perangkat Komputer program ini Bukan Kegiatan Seremonial semata Kami akan terus Melakukan Pendampingan Agar Masyarakat Dapat Merasakan Manfaat nya Dalam Jangka Panjang” ujar Oding.

Pada kesempatan yang sama ketua Forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia Dr. Agus Marwan S.IP M.SP Menyerahkan Bantuan sebanyak 400 Buku Bacaan Kepada Masyarakat Sebagai upaya Mendukung Peningkatan Budaya Literasi Di Desa- Desa Binaan.

Kegiatan Ditandai Dengan Peluncuran Resmi Program Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan USU 2026 Serta Penyerahan Berbagai Bantuan secara Simbolis kepada masyarakat Desa Aek Ngadol Dan Desa Muara Hutaraja.

Melalui program USU Peduli ini, Diharapkan Proses pemulihan Pascabencana Di Tapanuli Selatan Dapat berjalan lebih cepat sekaligus Mendorong Tumbuhnya Ekonomi Masyarakat agar Pulih lebih cepat Dan Bangkit Lebih Kuat.
(Jerri Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *