Agustus 22, 2026 4:30 pm
10

TAPANULI SELATAN- Pemkab Tapsel Dinas Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Pemprov Sumut Melaksanakan Gerakan Tanam Bawang Merah dikawasan Hunian Sementara (Huntara) Aek Latong Kecamatan Sipirok, Selasa (14/8/2026), Program Kolaborasi tersebut Bertujuan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Sekaligus Mempercepat Pemulihan ekonomi Warga dampak Bencana Melalui Pengembangan sektor Pertanian.

Kegiatan dihadiri Bupati Tapsel H.Gus Irawan Pasaribu Melalui Wakil Bupati Tapanuli Selatan H.Jagar syahbuddin Ritonga , turut Hadir Camat Sipirok, unsur Forkominda Tapsel, penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kepala Desa,Ketua Kelompok Tani Huntara Maju serta Masyarakat Huta Aek latong.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Menyampaikan Permohonan Maaaf dari Bupati Gus Irawan Pasaribu Berhalangan Hadir Karena Menjalankan Agenda Pemerintahan Lainnya.

Jafar Menegaskan Bahwa sektor Pertanian Menjadi Prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Karena Sebagian Besar Masyarakat Menggantungkan Hidup dari sektor Tersebut.

” Melalui Berbagai program Pertanian, kami ingin Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, salah satunya Melalui Pengembangan Bawang Merah Yang Memiliki ekonomi tinggi Dan Prospek Pasar Yang Baik” Ujarnya.

Ia Mengatakan Pemerintah Daerah Siap Mendukung Kebutuhan Kelompok Tani, Mulai Dari Penyediaan Benih Sarana Produksi Pertanian Hingga Pendampingan Budaya, selain Bawang Merah. Kawasan Huntara Aek Latong juga nilai Memiliki Potensi Untuk Perkembangan Komoditas Kopi.

“Kami Akan Terus Mendorong Pemberdayaan ekonomi Masyarakat. Untuk Kopi Misanya Kami siap Menyediakan Tenaga Ahli Apabila diperlukan, Saat ini juga sedang dijajaki Peluang Pemasaran Hasil Kopi Tapanuli Selatan Ke pasar Internasional Termasuk Tiongkok ” Katanya.

Wakil Bupati juga Mengajak Masyarakat Mengatakan sebagai Program Pemerintah, seperti KUR, berkah berbunga Nol Persen Dan Dukung Pembiayaan Melalui Kerjasama Dengan Berbagai Pihak ,agar Masyarakat Semakin Aktif Mengembangkan Usaha Pertanian.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Taufik Batubara Menjelaskan, Bahwa Bawang Merah Merupakan Salah Satu Komoditas Strategis Yang Berpengaruh Terhadap Pengendalian Inflasi Daerah, sekaligus Memiliki Nilai ekonomi Yang Tinggi.

Menurutnya, Program Bantuan yang diberikan Kelompok Tani Huntara Maju tidak Berupa Hanya Berupa Benih Bawang Merah Tetapi Juga Pupuk organik Dan Pendampingan Insentif Oleh Penyuluh pertanian.

Ia Memaparkan, secara Analisis Usaha Tani, Budaya’ Bawang Merah Sangat Menjanjikan,Dengan Kebutuhan Biaya Sekitar Rp 100 juta hingga Rp 110 juta Per Hektare , Produksi Dapat Mencapai sekitar 10 ton Dalam satu Musim Tanam, atau sekitar Dua Hingga Tiga Bulan.

Seng Asumsi Harga Jual Rp 30 ribu Perkilogram, Petani Berpotensi Memperoleh Pendapatan sekitar Rp 300 juta Per Hektare.

“Karena itu Kami Berharap Bantuan ini Dimanfaatkan Dengan Baik Kunci Keberhasilan Budidaya Bawah Merah Adalah Perawatan Yang Insentif , Terutama Penyiraman, Pemupukan Dan Pengendalian Hama Yang Harus Terus didampingi Oleh Penyuluh pertanian”ujarnya.

Pada kesempatan Tersebut, Ketua Kelompok Tani Huntara Maju Samson Bahasar Hutagalung Menyampaikan Apresiasi Atas Perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Ia Berharap Dukungan Pemerintah Terus Berlanjut, Terutama Penyediaan Pompa Air, Pupuk, Obat-obatan, Benih Holtikultura serta sarana Produksi Pertanian Lainnya Untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok Tani.

Melalui Gerakan Tanam Bawang Merah ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Bersama Provinsi Sumatera Utara Berharap Kawasan Huntara Aek Latong Tidak Hanya Menjadi Hunian Sementara Bagi Masyarakat Terdampak Bencana , tetapi juga Berkembang Menjadi Sentra Pertanian Produktif Yang Mampu Meningkatkan Pendapatan, Memperkuat Ketahanan Pangan, Serta Mempercepat Pemulihan ekonomi Masyarakat .
(Jerri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *