
SEMARANG-Aksi demonstrasi di halaman Balaikota Semarang pada Senin (26/8) berakhir dengan kericuhan. Polisi, dengan dukungan ratusan personel dan kendaraan taktis, menggunakan Water Cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa yang kacau.
Perwakilan demonstran, Iqbal, menyebutkan bahwa beberapa isu diangkat dalam demonstrasi ini, termasuk kekacauan Pilkada 2024.
Hingga pukul 19.00 WIB, aparat berhasil mendorong mundur kerumunan hingga ke depan Mall Paragon, Semarang. Beberapa pendemo terlihat kelelahan dan tergeletak di sekitar mall.
Akhirnya, negosiasi antara aparat dan mahasiswa membuahkan hasil. Mahasiswa meminta jaminan agar tidak ditangkap atau mengalami kekerasan, yang disetujui oleh pihak kepolisian. Dengan adanya kesepakatan ini, baik aparat maupun massa mulai mundur dan membubarkan diri.