Maret 10, 2026 6:55 am
IMG-20230910-WA0009

DELI SERDANG – Genewstv.id

Viralnya video pemberitaan, salah satu warga masyarakat yang berada di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, makan nasi jagung di tengah melambungnya harga beras, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang panik dan langsung mengeluarkan steatmen melaluli kiriman email menerangkan bahwa pemberitaan tersebut adalah setingan, Jum’at (08/09/2023).

Di dalam steatmen yang di kirim melalui email Pemerintah Kabupaten Deli serdang, Camat Tanjung Morawa, Rio Lakadewa menerangkan, pemberitaan tersebut adalah setingan dan menjelaskan kronologis awalnya, ada wartawan yang hendak mewawancarai warga masyarakat terkait kenaikan harga beras. Namun kemudian, Jumirah di arahkan untuk beradegan sedang memasak nasi di campur jagung. Alhasil, setingan tersebut di jalankan dan akhirnya di upload ke cenal youtube, begitulah asumsi Camat Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Sementara pada saat di wawancara oleh wartawan televisi, Ibu Jumirah mengatakan dan menerangkan yang sebenarnya lewat rekaman berupa bentuk video, bukan hanya sekedar mendengarkan ia berkata-kata lalu di rilis (tulis.red).

“saya masak nasi di campur jagung untuk menghemat biaya pengeluaran, di karenakan saat ini harga beras terlalu mahal. Harga beras saat ini 14 Ribu sekilonya, sementara harga jagung 8 Ribu sekilonya,” ucap Jumirah, Jumat (08/09/2023).

“Dalam seharinya, jika tidak di campur jagung saya bisa menghabiskan 1 Kg beras dalam seharinya, namun kalau di campur jagung, tidak sampai 1 Kg lah, masih ada sisa berasnya, karena saya tak memiliki kompor gas, saya masak menggunakan kayu bakar Bang,” tambah Jumirah.

Jumirah tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, di karenakan ia tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga ia tak mendapatkan bantuan dari Pemerintah setempat, namun dari steatment Pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa akan membantu dalam Pengurusan Kartu Kependudukannya baik (KTP) dan Kartu Keluarga, agar kedepan Jumirah mendapatkan bantuan tersebut.

Jumirah sangat ingin sekali tinggal di rumah yang layak dan masak menggunakan kompor gas, namun apalah daya tangan tak sampai, sang Suami bekerja serabutan dan sang Istri sebagai buruh cuci yang penghasilannya hanya dapat untuk makan dan menyekolahkan Anaknya.

Seharusnya Pemerintah tak perlu panik dan berusaha menepis berita di televisi mau pun cenal berita youtube itu adalah setingan, hal ini adalah koreksi terhadap roda ke Pemerintahan yang harus di tindak lanjuti dan harus lebih peka dan respon terhadap warga masyarakat yang kurang mampu, itulah tugas Pemerintah Desa dan Perangkatnya yang di gaji menggunakan Uang Rakyat untuk mendata warga masyarakat yang tinggal di Desa tersebut.

Prihal harga beras yang saat ini kian melambung, Pemerintah juga harus menyikapinya dan menstabilkan harga beras tersebut.
(Kabiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *