Januari 25, 2026 11:52 am
1

Bandar Khalipah– Isu dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di kalangan masyarakat Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Dugaan ini mengarah pada salah satu SMA Negeri yang ada di kecamatan tersebut.

Menanggapi isu tersebut, sejumlah media turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi. Hasilnya, beberapa wali murid membenarkan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Salah satunya menyebutkan bahwa pihak sekolah melalui komite meminta sumbangan sebesar Rp130 ribu per siswa kepada orang tua atau wali murid siswa yang telah lulus.

Total dana yang terkumpul dari sumbangan tersebut disebut telah mencapai Rp13 juta. Pihak sekolah berdalih bahwa sumbangan ini diperuntukkan untuk pembangunan jalan di sekitar lingkungan sekolah, yang disebut sebagai bentuk “kenang-kenangan” dari siswa yang sudah lulus.

Permintaan ini disampaikan saat rapat komite beberapa waktu lalu. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Melalui komite, pihak sekolah meminta sumbangan dengan alasan untuk pembangunan jalan sekitar sekolah. Katanya ini sebagai kenang-kenangan dari siswa yang sudah lulus.” (Kamis, 28/08/2025)

Selain sumbangan Rp130 ribu tersebut, terungkap pula adanya iuran lain yang sebelumnya telah dipungut pihak sekolah. Tahun lalu, setiap siswa diminta membayar Rp400 ribu sebagai sumbangan perpisahan, yang dikutip langsung oleh wali kelas masing-masing.

Tak hanya itu, siswa juga dibebankan biaya bulanan berupa SPP sebesar Rp60 ribu, yang menurut pihak sekolah digunakan untuk membantu pembayaran honor guru honorer.

Sejumlah wali murid mengaku keberatan atas berbagai bentuk pungutan tersebut. Mereka khawatir jika tidak membayar, akan menghadapi kesulitan dalam pengambilan ijazah siswa.

“Kalau tidak membayar, kami takut dipersulit saat pengambilan ijazah,” keluh salah satu wali murid. (Sinurat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *