MEDAN – GENEWS TV.ID
Praktik perjudian tembak ikan yang diduga kuat dikendalikan bandar berinisial NB di Jalan Bunga Rampai kelurahan Simalingkar B,Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan persisnya didepan kantor lurah Simalingkar B warung Sri Ulina atau Pindo dan di belakang kantor lurah masih bebas beroperasi ,Senin (29/12/2025).
Meski telah berulang kali disorot publik dan diberitakan media, aktivitas judi ilegal tersebut seolah kebal hukum dan tak tersentuh penindakan nyata.
Pantauan di lapangan menunjukkan, dua (2) titik lokasi yang sebelumnya disebut sebagai basis operasi judi tembak ikan masih aktif beroperasi. Mesin permainan tetap menyala, pemain keluar masuk tanpa rasa takut, seakan tidak ada ancaman hukum sama sekali.
Situasi ini memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat khususnya masyarakat Simalingkar B.Warga menilai aparat penegak hukum Polsek Medan Tuntungan terkesan diam dan membiarkan, padahal aktivitas tersebut sudah sangat terang-terangan dan meresahkan.
“Kalau ini bukan pembiaran, lalu apa? Sudah lama berjalan, lokasinya jelas, tapi tidak ada tindakan. Kami sebagai warga jadi bertanya-tanya,” ujar seorang warga Kelurahan Simalingkar B dengan nada kecewa.
Lebih ironis lagi, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Syawal Sitepu belum memberikan respons atau klarifikasi resmi, meski wilayah hukumnya disebut-sebut sebagai lokasi maraknya judi tembak ikan. Sikap bungkam ini justru memperkuat kecurigaan publik akan adanya masalah serius dalam penegakan hukum.
Di tengah masyarakat, berkembang isu dugaan adanya setoran rutin yang membuat praktik judi tembak ikan tersebut bisa terus berjalan aman. Meski masih sebatas dugaan, isu ini menjadi perbincangan luas dan menuntut pembuktian dari aparat penegak hukum agar tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan.
Warga juga menilai maraknya perjudian ini berdampak langsung terhadap meningkatnya gangguan keamanan dan kriminalitas. Beberapa kasus pencurian, keributan disebut-sebut kerap dipicu oleh aktivitas judi tembak ikan.
“Kami takut ini dibiarkan terlalu lama. Dampaknya ke mana-mana, bukan cuma soal judi, tapi keamanan lingkungan. Masyarakat kini mendesak agar bapak kapolrestabes Medan yang baru Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak agar turun langsung ke sini dan menutup lokasi Judi tersebut”,ungkap warga yang mana namanya tidak mau di publikasikan .
Publik menegaskan, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Keberanian aparat menindak dugaan bandar judi tembak ikan ini akan menjadi tolok ukur nyata apakah hukum masih berdiri tegak, atau justru tunduk pada kekuatan uang dan kepentingan tertentu.
Ini jelas melanggar Pasal 303 KUHP mengatur tentang tindak pidana perjudian. Secara umum, pasal ini menyatakan bahwa barang siapa tanpa izin: (1) menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai mata pencaharian, atau turut serta dalam perusahaan untuk itu; (2) menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau turut serta dalam perusahaan untuk itu; atau (3) menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai mata pencaharian, dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp25.000.000,00.
Warga mengharapkan ketegasan pihak kepolisian untuk menutup praktek perjudian ini,agar pandangan masyarakat terhadap institusi POLRI tetap bagus, dan masyarakat percaya bahwa POLRI untuk rakyat itu nyata.
Dan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan khususnya Kelurahan Simalingkar B kembali kondusif. Tutup warga.
(Tim)