Siborong-borong- Pasca bencana alam sekitar akhir tahun lalu yg melanda beberapa daerah di Sumatra Utara, khusus nya Tapanuli Utara, Maruarar Sirait Mentri PKP ( Perumahan dan Kawasan Pemukiman) memberikan bantuan secara pribadi melalui yayasan Budda TZu Chi sebanyak 103 hunian menetap untuk masyarakat terdampak bencana, dimana bantuan tersebut sebesar 10 M melalui yayasan tsb diatas.
Saat kunjungan Mentri PKP bersama Mendagri tito karnavian (26/7) kelokasi pembangunan Huntap, pada saat kunjungan tersebut Maruarar terlihat kesal dan marah karena proses pembangunan itu masih sangat minim dgn kata selesai, padahal pihak pemkab sudah menjanjikan akan siap bulan april nyatanya yg siap dilapangan baru 2 unit dari 103 yg direncanakan.
Pada saat itu Maruar langsung tanya vendor atau kontraktornya dihadapan Bupati, bisa siap bulan lima ngak? Vendor nya menjawab tidak bisa pak, maruaarar bilang , apa kendala? Pihak vendor mengatakan karena faktor cuaca dan lokasi lahan Pak, memberikan jawapannya, maruarar menimpali, kita harus kerja profesional, jgn hanya janji janji semua harus diperhitungkan dgn matang bahkan sampai cuaca skali pun,kenapa ditapsel bisa selesai 120 unit besok saya kesana untuk menyerahkan kepada masyarakat,mulai janji kemarin april bahkan telah kita undur sampai Mei, tapi ini hasilnya, dan menyarankan bupati,klo kontraktornya ngak sanggup ganti aja, dan saat itu maruarar menanyakan siapa yg tunjuk kontraktor? Pihak yayasan menjawab,yg menunjuk Bupati,mendengar hal ini Maruara mengatakan : ,oke ini yg terakhir apa saya buat perjanjian pada kontraktor atau bupati, sama bupatilah ya,ujarnya dgn nada kesal.
Menanggapi hal ini Genews TV mengkonfirmasi kepada kominfo taput (27/3) Donna Situmeang terkait kendala, jumlah besaran dana serta kontraktor yg mengerjakan melalui pesan Whatsapp, Donna Situmeang membalas mengarahkan untuk langsung menanyakan kepada Afriton Siregar sambil melampirkan nomor Afriton.
Berdasarkan hal ini, Genews TV konfirmasi Afriton Siregar terkait kendala yg didapat dari pembangunan Huntap tsb, seperti konfirmasi awal yg awak media tanyakan pada Kominfo.
Melalui jaringan seluler Afriton langsung menghubungi Awak Genews TV dan ia memaparkan kendala yg didapat dalam pekerjaan tsb, adalah :
curah hujan yg sangat tinggi ditambah dana anggaran bantuan yg diberikan Maruarar melalui yayasan buddha tzu Chi sampai saat ini belum turun ke vendor/ kontraktor, dan meluruskan bahwa bantuan Maruarar tidak benar 10 M seperti pernyataan maruarar yg banyak beredar di media sosial saat kunjungan kelokasi,pembangunan Huntap tersebut adalah 103 unit dgn anggaran per unit 75 juta rupiah, dan vendor adalah atas petunjuk dari yayasan,( jelas berlawanan dgn fakta dilapangan sesuai engakuan pihak yayasan dimana vendor ditunjuk Bupati),ketika lebih lanjut dikonfirmasi siapa vendornya? Afriton mengatakan ada dua vendor, satu dari siborong-borong atas nama Rudi Sinaga dan Tarutung Pengusaha panglong dan material usaha tolong kita, ujarnya.
Untuk konfirmasi yg lebih berimbang awak media Genews TV mencoba konfirmasi kepada pihak yayasan melaui bapak Marwan terkait kebenaran informasi tsb, tetapi pihak yayasan sampai berita ni diturunkan tidak memberikan tanggapan baik melalui WhatsApp maupun hubungan seluler langsung sesuai konfirmasi yg awak media ini lakukan.
Begitu juga pihak kontraktor saat di konfirmasi , Pengusaha Tolong kita atau yg biasa disebut tolkit, KaLau sama saya lae cuman 13 kopel, dan 10 kopel sudah 70 ℅ sedangkan dana yg telah saya Terima baru 40 ℅ dari total 75 juta per unit, cuman dimintakan pak mentri agar siap dua puluh unit bulan satu kemarin biar bisa ama dgn padang sidempuan.
Bila merunut hasil konfirmasi ini sangat bertolak belakang dgn informasi yg diberikan Afrinton Siregar dari dinas Perkim. (hentas)