Agustus 31, 2025 4:46 am
gaza

Pertempuran yang  terus terjadi antara tentara Israel dan Hamas,  kedua belah pihak saling serang dan menyerang, sayangnya warga sipil yang  kerap menjadi korbannya. Eskalasi konflik semakin mendalam sejak Israel menyatakan perang kepada hamas , sehingga memicu operasi militer besar-besaran di Gaza. Deklarasi perang tersebut merupakan yang pertama dalam 50 tahun, sejak Perang Yom Kippur  tahun 1973, dan  disetujui oleh kabinet Israel yang hanya beberapa jam setelah serangan  Hamas pada  Sabtu waktu setempat.

Deklarasi perang Israel terhadap Hamas tampaknya memberi wewenang kepada militer Tel Aviv untuk melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Segera setelah itu, dalam waktu  24 jam setelah pengumuman tersebut, tank dan truk militer Israel  dikerahkan ke perbatasan Israel-Gaza, dalam upaya menanggapi serangan yang dilakukan oleh kelompok Hamas. Mengantisipasi pengambil alihan Jalur Gaza, Perdana Menteri Netanyahu bahkan memperingatkan warga Palestina di Gaza untuk segera meninggalkan wilayah tersebut guna menghindari dampak perang yang semakin buruk.

Mengutip laporan  CNN Indonesia, hingga saat ini, Pasukan Pertahanan Israel telah melakukan serangan terhadap lebih dari 400 sasaran di wilayah Jalur Gaza, termasuk 10 menara yang diduga digunakan oleh Hamas di Jalur Gaza. Selain melancarkan invasi militer besar-besaran, pemerintah Israel juga  memutuskan untuk menghentikan pasokan listrik, barang, dan bahan bakar ke Gaza, sehingga meningkatkan tekanan dan dampak dari krisis kemanusiaan yang semakin parah di wilayah tersebut.

Sedangkan korban yang  tewas akibat perang antara Israel dan pemberontak Hamas  mencapai lebih dari 2.300 orang. Kementerian Kesehatan Palestina telah mencatat  1.100 kematian dan 5.339 luka-luka di Jalur Gaza. Sedangkan Israel telah melaporkan 1.200 kematian dan 3.418 luka-luka.

Konflik antara Hamas dan militer Israel menimbulkan sejumlah dampak global,  lain di beberapa negara, antara lain:

Inggris, Amerika Serikat , Kanada, Prancis, dan Jerman. memutuskan untuk meningkatkan keamanan di sekitar orang-orang Yahudi potensial setelah serangkaian dampak global dari perang Hamas dan Israel terjadi:

 1. Inggris, Minggu 8 Oktober 2023 Polisi London menyatakan mereka meningkatkan patroli menyusul serangan Hamas.

2. Beberapa kota di Amerika telah meningkatkan keamanan di sekitar sinagoga, termasuk New York, Los Angeles, Miami dan Houston. Sekitar 1.000 pengunjuk rasa berkumpul di Manhattan, New York. Selama seminggu solidaritas dengan rakyat Palestina, ratusan pengunjuk rasa pro-Israel berdemonstrasi.

3. Di Kanada, protes untuk mendukung rakyat Palestina terjadi di Montrail, membentangkan spanduk pembebasan Palestina, mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan boikot terhadap Israel. Sebelumnya, polisi Ottawa mengumumkan peningkatan kehadiran pribadi di area sensitif keagamaan, termasuk sinagoga dan masjid. 

4. Perancis, Pemerintah Perancis fokus pada sinagoga dan sekolah Yahudi di berbagai kota di seluruh negeri. Menteri Dalam Negeri Prancis Gérald Darmanin mengirimkan pesan penting kepada  pejabat regional tentang peningkatan pengawasan dan menyerukan penggunaan tentara dari Operasi Sentinel yang dikerahkan di seluruh negeri. Sejak serangan teroris tahun 2015, juru bicara pemerintah Prancis mengatakan demonstrasi pro-Palestina yang dijadwalkan pada Senin malam di Lyon akan dilarang karena berisiko mengganggu ketertiban umum.

5. Jerman, negara ini telah meningkatkan perlindungan polisi terhadap organisasi Yahudi dan Israel. Beberapa pendukung Palestina turun ke  jalan di ibu kota untuk merayakan serangan tersebut. Pihak berwenang Perancis juga memantau secara ketat calon pendukung Hamas di kalangan Muslim. (Elizhabet Magdalena Situmeang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *