
PASAMAN (SUMBAR)—Genews tv.id
Pada hari Ahad 16/04/2023 telah terjadi pertengkaran antara nenek Haswati (63 tahun) dengan Renni repita (35 tahun) yang merupakan keponakan nya karena mengalirkan air genangan hujan ke lahan pertanian yang tengah digarap oleh nenek Haswati. Akibat genangan air yang di alirkan Renni Repita membuat lahan pertanian kacang tanah yang baru di tanami oleh nenek Haswati digenangi air.

Nenek Haswati memberi tahu Renni Repita kenapa harus di alirkan ke lahan nya yang baru di tanami. “kalau ada keluhanmu sering kubantu kok ini balasan mu sama aku udah dibantu kok ini balasannya ” ucap Haswati.
Renni Repita tidak menjawab apa yang di ucapkan oleh nenek Haswati namun dia langsung mengambil batu lebih kurang sebesar paha dan langsung melemparkan batu tersebut ke arah Haswati, namun nenek Haswati masih bisa mengelak dari lemparan Renni repita yang berjarak dua meter lebih sambil berkata ” ini mau kau ” sambil melempar kan batu.
Setelah lemparan pertama tidak mengenai nenek Haswati, Renni Repita mau mengambil batu lagi, nenek Haswati langsung mendekati Renni Repita, namun Langsung mendorong nenek Haswati. Akibat dorongan yang dilakukan nenek Haswati langsung terjatuh. Di saat terjatuh, nenek Haswati langsung ditimpahi dan membenturkan kepala nenek Haswati ke batu yang ada di pematang sawah tempat kejadian.
Pada saat Renni Repita menimpa dan membenturkan kepala nya ke batu, nenek Haswati menarik rambut Renni Repita sambil berkata ” lepaskan aku biar aku bilang sama si Boy Lasater ( anak yang punya sawah ). Renni pun langsung melepaskan nenek Haswati sambil berkata ” biar aku yang kasih tau bang boy ,sambil mengambil tasnya dan langsung pergi begitu saja.
Setelah Pelaku berlalu, nenek Haswati pergi ketempat gubuk peristirahatan di pinggir sawahnya dan merasa ada yang terasa dingin mengalir di leher dan didalam bajunya, setelah di pegang ternyata darahnya sudah mengalir banyak.
Setelah melihat darah mengalir dengan banyak, nenek Haswati langsung pergi kelahan pertanian Ibu Wanti untuk meminta pertolongan dan menyampaikan kepada Boy Lasater selaku anak dari yang punya sawah yang disewa oleh nenek Haswati.
Begitu sampai, alangkah terkejutnya ibu Wanti karena melihat banyaknya darah yang mengalir di tubuh nenek Haswati tersebut. Dengan perasaan sedih dan sakit nenek Haswati menceritakan kejadian yang menimpanya serta meminta tolong untuk memberitahukan kepada Boy Lasater atas apa yang dialaminya.
Suami ibu Wanti memberi tahukan kepada anak pemilik sawah. Boy Lasater langsung datang dan suami ibu Wanti minta tolong untuk membawa nenek Haswati dibawa pulang untuk berobat dengan sepeda motor Boy Lasater. Setelah sampai nenek Haswati berobat di rumah tetangga nya yang juga selaku perawat di puskesmas Nagari Simpang Tonang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut membezuk nenek Haswati dan menyarankan agar melakukan visum ke Rumah Sakit. Sekira pukul 16 : 00 wib nenek Haswati berangkat menuju rumah sakit Duo Koto untuk melakukan visum. Dari hasil visum yang dilakukan oleh pihak rumah sakit diketahui bahwa terdapat luka di kepala dengan dua jahitan, telinga tempat anting-anting putus dan mendapatkan tiga jahitan. Nenek Haswati juga kehilangan anting-anting nya seberat 2,5 gram.
Setelah selesai di periksa di rumah sakit tersebut, Dokter memberi tahu untuk tidak pulang ke rumah dan menyarankan untuk melaporkan ke Polsek 2 koto dan nenek Haswati pun mengikuti saran dari pihak rumah sakit melaporkan kejadian yang di alaminya sekitar pukul 17 : 00 wib.
Setelah anggota Polsek menerima laporan korban, Kanit Reskrim AIPDA A Bate’e, SH memberikan surat undangan mediasi kepada pelaku Renni Repita, Boy Lasater selaku anak dari pemilik sawah dan juga sepupu dari pelaku serta Yusharli selaku mamak waris di kampung Barilas Mudik Lambau untuk di adakan mediasi di Polsek 2 koto pada selasa 18/04/2023.
f.a—genewstv.id