April 3, 2026 9:43 pm
2

Simalungun— Manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei menggelar dialog terbuka guna membangun kemitraan yang transparan dan berkeadilan dengan para rekanan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) pihak ketiga. Langkah strategis ini dilakukan untuk menampung aspirasi, masukan, serta keluhan langsung dari para mitra di lapangan.

Forum dialog ini dihadiri oleh General Manager (GM) Unit Serdang 1 beserta jajaran Kepala Bidang (Kabid) dan staf, Manajer PKS, Masinis Kepala (Maskep), Asisten Quality Assurance (QA), serta tim operasional.

Tercatat, ada tujuh perwakilan perusahaan pemasok TBS dari berbagai wilayah yang turut berpartisipasi, yakni PT Venny Jaya, PT Hot Abadi Lestari, CV Rianalim, CV Sauhur Jaya, PT Asahan Berkah Sentosa, PT Purba Jaya, dan PT Nusantara Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, para rekanan diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan berbagai isu riil di lapangan. Pembahasan mencakup mekanisme penerimaan TBS, dinamika penetapan harga, hingga evaluasi kualitas pelayanan pabrik.

Merespons hal tersebut, Manajemen PKS Sei Mangkei menegaskan bahwa seluruh masukan akan dijadikan bahan evaluasi utama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan sistem kerja yang lebih efektif serta efisien. Perusahaan juga berkomitmen menjaga komunikasi yang konstruktif dengan seluruh mitra kerja.

Pihak manajemen secara khusus menyoroti isu keadilan, dengan menjamin bahwa tidak ada praktik pilih kasih dalam proses penerimaan TBS pihak ketiga. Seluruh pemasok dipastikan mendapat perlakuan profesional sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami memastikan bahwa seluruh rekanan mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi. Prinsip transparansi dan keadilan menjadi landasan utama dalam setiap proses operasional kami,” tegas perwakilan Manajemen PKS Sei Mangkei dalam forum tersebut.

Inisiatif keterbukaan ini disambut positif oleh para pemasok TBS. Mereka berharap dialog serupa dapat dijadikan agenda rutin. Keterbukaan komunikasi dinilai sebagai instrumen krusial untuk mempererat kemitraan, meningkatkan tingkat kepercayaan (trust), dan membangun sinergi operasional yang berkelanjutan antara pihak pabrik dan pemasok. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *