Maret 10, 2026 10:24 am
Blue Green Minimalist Photo Landscape Motivation Desktop Wallpaper (3)

Konferensi pers oleh M. Habibullah, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS

JAKARTA. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2024, harga beras mengalami kenaikan yang sangat signifikan di semua jalur distribusi, mencapai puncak tertinggi dalam sejarah. Pada konferensi pers yang berlangsung pada hari Jumat (1/3/2024), M. Habibullah, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, menyatakan bahwa lonjakan harga beras melibatkan seluruh tingkatan distribusi.

Habibullah mengungkapkan bahwa harga beras di tingkat eceran mencapai Rp 15.157 per kilogram (kg) pada bulan Februari 2024, mengalami peningkatan sebesar 24,65 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan naik 6,7 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month/mtm).

Pada tingkat grosir, rata-rata harga beras mencapai Rp 14.396 per kg, mengalami kenaikan sebesar 20,08 persen dibandingkan dengan bulan Februari tahun sebelumnya atau naik 5,96 persen dari bulan Januari. Di tingkat penggilingan, harga rata-rata beras mencapai Rp 14.274 per kg, mengalami peningkatan sebesar 24,65 persen secara tahunan dan 6,76 persen secara bulanan. Habibullah menyoroti bahwa harga beras dari berbagai kualitas di seluruh kabupaten/kota mencapai puncak tertinggi pada bulan Februari 2024, dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kenaikan harga beras ini sejalan dengan melonjaknya harga gabah di seluruh tingkatan distribusi. Harga gabah kering panen (GKP) mencapai rata-rata Rp 7.261 per kg, mengalami lonjakan sebesar 33,48 persen secara tahunan, dan naik 6,13 persen secara bulanan. Sementara harga gabah kering giling (GKG) mencapai rata-rata Rp 8.591 per kg, meningkat 27,14 persen secara tahunan dan 4,86 persen secara bulanan. Dengan adanya peningkatan harga ini, beras menjadi pemicu utama inflasi pada bulan Februari lalu, dengan kontribusi inflasi bulanan sebesar 0,21 persen, inflasi tahunan sebesar 0,67 persen, dan inflasi tahun kalender sebesar 0,24 persen menurut data yang tercatat oleh BPS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *