Januari 23, 2026 6:22 pm
Sri Mulyani Menteri Keuangan RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pendapat mengenai program makan siang gratis yang diusulkan oleh Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang disebut akan dimasukkan dalam rencana anggaran APBN 2025. Dikenal dengan sapaan akrab Ani, ia menyatakan bahwa program tersebut masih hanya sebatas rencana calon presiden karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan pemenang Pilpres 2024.

Ilustrasi Makan Siang Gratis

Pernyataan tersebut disampaikan Ani setelah rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (26/2) kemarin.

  1. Penghitungan anggaran pada bulan depan:
    Ani, yang juga merupakan bendahara negara, mengungkapkan bahwa perhitungan anggaran untuk program makan siang gratis baru akan dilakukan sebulan ke depan dalam penyusunan anggaran APBN 2025. Alasannya adalah KPU masih melakukan penghitungan suara hasil Pemilu 2024. Ani menekankan bahwa detail program tersebut akan dibahas dalam pembahasan pagu indikatif untuk setiap kementerian dan lembaga.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan menghormati proses pemilihan umum yang sedang berlangsung, dan pembahasan mengenai program-program presiden selanjutnya akan dilaksanakan setelah KPU mengumumkan pemenang Pilpres.

  1. Potensi defisit APBN yang melebar:
    Sri Mulyani menyampaikan bahwa target defisit APBN pada tahun 2025 akan dinaikkan menjadi maksimal 2,8 persen dari target tahun ini, yakni 2,29 persen. Ketika ditanya apakah defisit APBN 2025 sudah mencakup program makan siang gratis dari calon presiden Prabowo Subianto, Ani menjawab secara umum bahwa semua kebutuhan kementerian/lembaga dan komitmen yang ada akan dimasukkan dalam defisit tersebut.
  2. Penyesuaian dengan program yang sudah ada:
    Ani menyatakan bahwa anggaran untuk makan siang gratis akan disesuaikan dengan program-program lain yang sudah ada (existing). Rincian program tersebut akan dicantumkan dalam pagu indikatif masing-masing kementerian/lembaga.

“Ini akan kita evaluasi dari program yang sudah ada dengan apa yang akan dimasukkan baru. Semua ini akan dihitung dalam waktu satu bulan ke depan,” katanya. Dalam sidang kabinet Senin kemarin yang membahas RAPBN 2025, Presiden Joko Widodo juga membicarakan program makan siang gratis Prabowo-Gibran.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa program Prabowo-Gibran telah dibahas karena mencakup pasangan calon yang berpotensi besar memenangkan pemilihan. “Secara umum, program-program prioritas dari presiden terpilih Pak Prabowo dan Mas Gibran akan diakomodir agar pada tahun 2025 dapat langsung berjalan,” ujar Bahlil.

Pada rapat ini, program makan siang dan susu gratis dibahas pada tahap pertama. Ke depannya, pemerintah akan melanjutkan pembahasan program prioritas ini dalam rapat lanjutan. Bahlil juga menyatakan keyakinannya bahwa anggaran Indonesia cukup untuk mendukung program tersebut. “Kita melakukan antisipasi untuk bulan depan, saat ini kita tengah mengantisipasi berbagai model dalam merancang perkiraan asumsi untuk APBN 2025,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *