Siborongborong- Program Revitalisasi beberap sekolah di kecamatan Siborongborong yg anggarannya berasal dari APBN 2025 dimana pelaksanaan nya termasuk mepet, karena proyek tersebut baru berjalan di awal November 2025,dan berakhir Desember. Menurut informasi proyek ini terlampau dipaksakan untuk menghindari Silpa tahun anggaran.
Dimana proyek ini berdasarkan usulan sekolah dan pihak sekolah mencari pendamping teknis seperti konsultanlah, guna membuat desain dan RAB anggaran tiap tiap sekolah yg mendapatkan dana revitalisasi tersebut dgn jumlah anggaran yg berbeda tiap sekolah, bahkan ada yg mencapai milyaran rupiah, dan proyek ini juga menyasar sekolah swasta.
Pengamatan Genews TV dilapangan kebenaran informasi terkait proyek ini seakan dipaksakan bisa dibenarkan, karena beberapa sekolah yg dapat proyek Revitalisasi, ruangan yg dibangun masih banyak yg layak pakai bahkan ada yg baru beberapa tahun dibangun sudah ikut dibongkar dan dibangun lagi.
Disamping hal tersebut,yg menarik perhatian dan perguncingan di kalangan umum, belum satu bulan proyek selesai secara fisik, beberapa oknum kepsek dan bendahara dipanggil pihak Kacabjari melalui hubungan seluler untuk datang menghadap ke kantor kejaksaan dan sekalian membawa RAB pembangunan sekolah tersebut.
Seperti penuturan seorang oknum kepala sekolah yg enggan namanya dituliskan sebagai sumber informasi,ia mendapatkan panggilan untuk menghadap ke Kantor Kejaksaan cabang Siborongborong,ke pada Genews TV mengatakan, saya sekarang jadi agak kwatir, belum satu bulan pembangunan disekolah saya selesai, tiba tiba saya mendapat panggilan dari pihak kejaksaan dgn perintah membawa RAB sekolah kami, padahal secara administrasi pertanggung jawapan pembangunan itu belum sepenuhnya selesai,, karena pertanggung jawapanya langsung ke kementrian sehinga agak terkendala karena rentang waktu yg mepet ujarnya,, dan yg membuat saya bingung saat proyek revitalisasi ini launcing pihak kejaksaan adalah sebagai pendamping pengawasan, tetapi semenjak pembangunan dan selesai pihak kejaksaan tidak pernah hadir, atau menanya informasi udah sejauh mana prooses pekerjaan proyek tsb, tetapi setelah selesai, kami beberapa kepala sekolah dipanggil, hal inilah membuat kami kwatir, dgn alasan kenapa tidak semua kami sekolah yg mendapat revitalisasi dipanggil? Ujarnya dgn wajah memelas.
Menindak lanjuti hal ini, Jurnalis Genews TV, mengkonfirmasi Kacabjari Siborongborong,Raskita jhon Fresco Surbakti SH (24/01),membenarkan pemanggilan tsb,” ya ada kita melakukan pemanggilan kepada beberapa kepala sekolah dan melengkapi beberapa dokumen, guna mengoptimalkan pendampingan biar nanti hasilnya optimal dan menganjurkan Jurnalis Genews TV untuk datang kekantor guna informasi selanjutnya. (hentas)