Februari 13, 2026 5:46 am
4

Siborongborong- Proyek revitalisasi pembangunan sekolah yg sumber dananya dari APBN di kementerian Pendidikan tahun 2025, sampai saat ini masih menuai perhatian, atas pengerjaan proyek tersebut.

Secara fisik memang pembangunan sekolah sudah selesai tapi sampai saat ini pertanggung jawapan secara administrasi belum selesai dilaksanakan, mungkin hal ini disebabkan kurangnya pemaham kepala sekolah sebagai KPA khususnya dalam adm atau kurangnya pendampingan dari konsultan pendamping.

Hal ini terlihat dari hasil wawancara Genews TV dengan kepala sekolah SD 175770 Aman Siaahaan diruang kerjanya (12/2), dimana fakta terungkap dalam wawancara tersebut, pertanggung jawapan pekerjaan secara administrasi khususnya terkait pajak ppn dan pph belum dilakukan penyetoran karena menurut penuturannya dalam bahasa daerah “alana so hubayar dope pajakhu saat saonari ala sosae dope paretongan dht administrasi ku ( sebab sampai saat blm saya bayar pajak karena perhitungan dan administrasi saya belum selesai) ujarnya tanpa merinci perhitungan apa yg belum selesai. Dimana beliau mengatakan proyek tersebut untuk pekerjaan pisik 520 juta inklude dgn upah, dan enggan menyebut berapa upah pengerjaan yg diberikan.

Saat Genews TV lagi menimpali pertanyaan, untuk pengadaan matreial bapak bermitra dgn siapa, beliau menjawab dgn toko Panglong simarmata, saat ditanya apakah Panglong itu PKP? Sesat beliau balik bertanya apa itu PKP, dgn tersenyum Awak media Genews TV menjawab Pengusaha Kena Pajak, baru beliau menjawap, terkait pajak PPN kami yg membayar , tanpa menjawap apakah perusahaan penyedia tersebut PKP, dan lebih lanjut ditanya, bila saat nanti penyetoran PPN, darimana bapak Terima faktur pajaknya? Dia menuturkan, makanya dia belum berani bayar PPN menunggu dulu ada kejelasan biar nanti jgn jadi persoalan sehingga sampai saat ini PPN belum saya bayarkan.

Bagaimana terkait PPH? Beliau menjawap juga kami potong sesuai dgn kesepakatan kami dgn tukang.
Bagaimana peranan konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, dia mengutarakan, saat awal pengerjaan konsultan kami yg menyusun perencanaan dan presentasi di jakarta ternyata dia bukanlah konsultan dan tidak punya sertifikasi,sehingga ada kendala sampai ada penggantinya ,dan konsultan penggantinya sampai selesai pekerjaan tetap mendampingi kami.

Sampai selesai sesi wawancara pak kepala tersebut tidak menjawap dari mana dia mendapatkan faktur pajak, dan ketika hal ini juga dikonfirmasi kepada beberapa kepsek yg mendapat dana revitalisasi di kecamatan siborong-borong tidak ada tanggapan. Prihal ini juga coba dikonfirmasi ke pada Sekretaris Dinas Pendidikan Betty sitorus melaui saluran WA beliau mengarahkan kepada Bapak Jefri Lubis sebagai Kabid Sarpras sambil melampirkan nomor Kabid tersebut, konfirmasi kepada ibu sekdis Genews TV bagikan kepada Bapak tsb, sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan. (hentas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *