Januari 27, 2026 12:24 pm
pembully

Pesisr Selatan-Seorang siswa MTs Negeri di Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menjadi korban perundungan oleh sesama pelajar. Korban berinisial AA (14) dianiaya oleh dua pelaku hingga berteriak kesakitan. Kejadian ini direkam dan videonya menjadi viral di media sosial. Perundungan terjadi di Kampung Lubuk Aur, Nagari Aur Begalung Talaok, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan.

Pada Sabtu (22/6/2024), video berdurasi 4 menit 26 detik memperlihatkan seorang pelaku menjambak rambut, memukul, dan menendang wajah korban. AA terlihat pasrah dan hanya duduk tanpa melawan. Pelaku pertama juga menantang AA untuk berkelahi. Dalam video tersebut, tampak beberapa teman korban dan pelaku menyaksikan perundungan tersebut.

Setelah pelaku pertama menganiaya, pelaku kedua datang dan mendorong korban ke tanah, kemudian memukul dan menginjak-injak kepala AA. Korban menangis kesakitan dan memohon ampun kepada pelaku.

“Indak Lan, ampun saya Lan, indak lan, ampun saya Lan,” teriak AA

Setelah puas menganiaya, kedua pelaku yang mengenakan seragam olahraga MTsN 2 Pesisir Selatan meninggalkan AA yang tergeletak. AA duduk sambil memegang kepalanya. Pelaku pertama juga mengancam teman korban yang menyaksikan kejadian tersebut.

Kapolsek Bayang, Iptu Budi Saputra, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, penganiayaan AA terjadi pada Kamis (20/6) sekitar pukul 11.00 WIB, dengan motif pelaku sakit hati karena kaki pelaku terinjak saat bermain bola saat class meeting.

“Peristiwa terjadi pada Kamis lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku menganiaya korban karena sakit hati akibat kakinya terinjak saat bermain bola waktu class meeting,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi detikSumut pada Sabtu (22/6/2024). Korban dan pelaku berasal dari sekolah yang sama, MTsN 2 Kecamatan Bayang. Pelaku berjumlah dua orang berinisial HI (14) dan MH (14).

Keluarga korban telah melaporkan aksi perundungan tersebut ke SPKT Polsek Bayang. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Bayang.

“Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polsek Bayang. Kasus ini masih kami proses,” tutup Kapolsek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *