Palangka Raya- Keterbatasan lahan yang dimiliki oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Palangka Raya bukan menjadi halangan. Hal tersebut justru menjadi tantangan untuk mewujudkan sarana pembimbingan yang berkelanjutan bagi Klien Pemasyarakatan, termasuk untuk mendukung program ketahanan pangan.
Melibatkan Klien Pemasyarakatan, lahan sempit yang berada di lingkungan rumah dinas Balai Pemasyarakatan Kelas I Palangka Raya disulap menjadi kebun sayur yang memiliki nilai ekonomi. Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Palangka Raya, Theo Adrianus menjelaskan bahwa meskipun kebun tersebut tidak terlalu luas tapi memiliki manfaat yang besar.
“Meskipun kebunnya tidak terlalu besar, tapi dapat menjadi sarana dan upaya pembimbingan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada pendampingan sosial, tetapi juga pemberian keterampilan praktis di bidang pertanian,” jelas Theo.
Theo menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan kebun, Klien Pemasyarakatan dihadirkan dan diawasi oleh Pembimbing Kemasyarakatan dan Subseksi Bimbingan Kerja. Diharapkan melalui program ini, Klien memiliki harapan hidup yang lebih baik.
Berbagai tanaman seperti terong, cabai, kacang panjang, dan pepaya serta labu siam dibudidayakan sebagai bentuk pemanfaatan lahan yang produktif dan bermanfaat. “Beberapa kali kami sudah memanen hasilnya. Kemudian hasilnya dijual untuk kembali dibelikan bibit dan pengelolaan kebun,” imbuh Theo.
Selanjutnya, Balai Pemasyarakatan Kelas I Palangka Raya akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta mengembangkan jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.
Melalui langkah ini juga, Balai Pemasyarakatan Kelas I Palangka Raya tidak hanya menjalankan fungsi pembimbingan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung implementasi visi Asta Cita Presiden melalui Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
(Gito)