September 15, 2026 1:44 pm
1

Tapanuli Selatan- Tidak Ingin Hanya Menerima Laporan Dari Balik Meja, Bupati Tapanuli Selatan H.Gus Irawan Pasaribu Kembali Turun Menyambangi Masyarkat Di Desa – desa Memasuki Hari Kedua Agenda Kunjungan Desa, Minggu (6/9/2026). Bupati Bahkan Menggunakan Sepeda motor Untuk Menyusuri sejumlah Wilayah Di Kecamatan Sipirok Arse Dan Saipar Dolok Hole (SDH).

Turut Mendampingi Bupati Tapanuli Selatan Kapolres Tapanuli Selatan Anton Santoso, Sekda Tapsel, H.Sofyan Adil Siregar Serta Pimpinan OPD Terkait.

Kunjungan Tersebut Bukan Sekedar Agenda Seremonial, Bupati Bersama Rombongan Melihat Langsung Kondisi Masyarakat, Meninjau Potensi Pertanian Dan Infrastruktur, Menyerahkan Bibit Kopi Dan Ikan Sekaligus Menyerap Aspirasi Warga Dari Dekat.

Bagi Gus Irawan, Turun Ke Desa Merupakan Bagian Dari Upaya, Memastikan Program Pemerintah Benar benar Menyentuh Kebutuhan Masyarakat.

“Kita Ingin Melihat Langsung, Bukan Hanya Sekedar Laporan, Apalagi Kemampuan APBD Kita Terbatas, Sehingga Kita Harus Menentukan Skala Prioritas,” Ujar Bupati.

Salah satu Fokus Utama Dalam Kunjungan Tersebut Adalah Pengembangan Komoditas Kopi Arabika, Di Sejumlah Desa Kecamatan Arse, Bupati Menyerah kan Bibit Kopi Kepada Kelompok Tani Penerima Program Hilirisasi Kopi.

Di Desa Pinagar, Kelompok Tani Swakarsa Yang Beranggotakan 22 Orang Mendapat Bantuan Bibit Kopi Arabika Untuk Areal Seluas 15 Hektare.

Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) Menyampaikan Bahwa Bantuan Bibit Tersebut Telah Diterima Kelompok Dan Dalam Waktu Dekat Akan Dilakukan Penanaman.

Di kecamatan Arse Sendiri, Program Tersebut Mencakup Sembilan Kelompok Tani Dengan Total Luasan Sekitar 152 Hektare.

Sementara Di Desa Aek Haminjon Kelompok Tani Santosa Jaya, Mendapat Bantuan Untuk Pengembangan Kopi Arabika Seluas 15 Hektare Dengan 14 Orang Penerima, Selain Bibit, Kelompok Juga Memperoleh Dukungan Biaya Pembuatan Lubang Tanam, Bantuan Serupa Juga Diberikan Kepada Masyarakat Desa Nanggarjati Dengan Luasan 20 Hektare.

Bupati Menegaskan, Bantuan Tersebut Bukan Sekedar Pembagian Bibit, Pemerintah Ingin Memastikan Seluruh Proses Berjalan Hingga Tanaman Tumbuh Dan Menghasilkan.

Dalam Program Hilirisasi Tersebut, Tapsel Mendapat Alokasi Pengembangan Kopi Sekitar 600 Hektare Pada Tahun ini, Dengan Kecamatan Sipirok Dan Arse Sebagai Salah satu Kawasan Yang Memiliki Potensi Besar, Bupati Bahkan Memproyeksikan Kawasan Sipirok, Arse Dan Sekitarnya Menjadi Sentra Kopi Dan Jagung.

Menurutnya, Pengembangan Kopi Harus Diarahkan Bukan Hanya Pada Peningkatan Produksi, Tetapi Juga Peningkatan Nilai Tambah Dan Pemasaran.

” Kita ingin Nantinya Kopi Sipirok Keluar Dengan Nama Dan Indentitasnya Sendiri, Bahkan Bisa Langsung Diekspor, Kalau Produksi Meningkat Dan Pemasarannya Semakin Luas, Nilai Tambah Yang Ditrima Petani Juga Akan Semakin Besar,” Katanya.

Ia Menyebut Peluang Pasar Kopi Tapsel Terbuka Luas, Bahkan Dengan Komonikasi Dengan Calon Pembeli Dari Luar negeri Sudah Dijajaki, Namun Menurutnya Utama Untuk Merebut Pasar Tersebut Adalah Produksi Yang Cukup, Kualitas Yang Terjaga Dan Kontinuitas Pasokan.

Dalam Pertemuan Dengan Masyarakat, Bupati Juga Menyoroti Persoalan Pembiayaan Yang Selama ini Menjadi Beban Sebagian Pelaku usaha dan Masyarakat.

Ia Mendorong Masyarakat Agar Terus Terjebak Pada Pinjaman Dengan Bunga Tinggi.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Bersama Bank Sumut Memiliki Program Pembiayaan Yang Dapat Menjadi Alternatif Dengan Beban Bunga Lebih Ringan.

Bupati Menyebut Masyarakat Yang Selama ini Berutang Melalui Lembaga Pembiayaan Dengan Bunga Tinggi Perlu Diberikan Edukasi Dan Alternatif Pembiayaan Yang Lebih Terjangkau.

” Kalau Ada Pembiayaan Dengan Bunga Jauh Lebih Ringan, Tentu Beban Masyarakat Akan Lebih Kecil,” Ujar nya.

Ia Meminta Jajaran Terkait Aktif Melakukan Sosialisasi Agar Masyarakat Memahami Pilihan Pembiayaan Yang Tersedia.

Selain Kopi, Perhatian Bupati Juga Menyentuh Sektor Perikanan. Di Desa Dalihan Natolu Di kecamatan Arse, Pemkab Tapsel Menyerah Dan Melakukan Restocking Sebanyak 2.500 Ekor Benih Ikan, Terdiri Dari Ikan Jurung, Tawes Dan Mas.

Langkah Tersebut Dilakukan Setelah Sebelumnya Terjadi Bencana Banjir Dan Longsor Yang Menyebabkan Material Tanah Dan Pasir Masuk Ke Aliran Sungai Hingga Mengakibatkan Ikan Disungai Banyak yang Mati.

Bupati Mengatakan Penebaran Benih ikan Tersebut Diharapkan Menghidupkan Kembali Fungsi Sungai Sebagai Kawasan Lubuk Larangan, Menjadi Sumber Ekonomi Masyarakat Dan Sekaligus Menyemangati Masyarakat Untuk Menjaga Sungai Dan Lingkungan.
Bupati juga Meminta Masyarakat Untuk Menjaga Kualitas Air Dengan Tidak Membuang Sampah Sembarangan Ke Sungai,’ Katanya.

Disetiap titik Kunjungan Bupati Mengingatkan Masyarakat Agar Meningkatkan Kewaspadaan Menghadapi Kemarau,
Ia Meminta Masyarakat Tidak Membuka Lahan Dengan Cara Membakar Karena Api Berpotensi Sulit Dikendalikan Dan Dapat Merembet Ke kawasan Hutan Maupun Permukiman.


” Pencegahan Jauh Lebih Baik Daripada Menangani Dampak Kebakaran Terjadi. Bupati Juga Meminta Kepada Masyarakat Segera Melaporkan Apabila Menemukan Titik Api Sehingga Dapat Ditangani Sedini Mungkin.

Kunjungan Hari Kedua Tersebut, Sekaligus Mempertegas Komitmen Bupati Untuk Menjadikan Kunjungan Lapangan Sebagai Bagian Dari Pada Kerja Pemerintah Daerah.

Bupati Optimis Apabila Program Pertanian, Perkebunan, Perikanan Dan Pemberdayaan Masyarakat Dapat Berjalan Konsisten Maka Sektor Sektor Tersebut Menjadi Kekuatan Baru Untuk Mendorong Pemulihan Dan Pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan, Kalau Program ini Berhasil Kepercayaan Pemerintah Pusat Kepada Tapanuli Selatan Juga Akan Semakin Kuat, Ketika Kita Dipercaya, Peluang Untuk Mendapatkan Program Pengembangan Berikutnya Akan Semakin Besar,” Pungkasnya. (jerri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *