Mei 12, 2026 7:28 pm
10

ARAS KABU | BERINGIN | DELI SERDANG |

Amarah warga Aras Kabu,Kecamatan Beringin, akhirnya meledak. Kelompok emak-emak secara terang-terangan menuding adanya aktivitas galian C ilegal yang diduga bebas beroperasi tanpa izin, namun dampaknya justru menghantam warga akibat truk-truk pengangkut material yang setiap hari melintas tanpa kendali, merusak jalan, menebar debu, dan mengancam keselamatan.

Warga menilai ini bukan lagi sekadar pelanggaran, tapi bentuk pembiaran yang nyata. Aktivitas ilegal berlangsung terang-terangan, truk keluar masuk tanpa hambatan, seolah hukum tidak berlaku. “Kalau ini ilegal, kenapa dibiarkan? Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas salah satu warga dengan nada keras, Selasa (12/5/2026).

Pemilik galian C ilegal yang berinisial S dan M di duga menggunakan BBM bersubsidi untuk excavator Beko.

Isu beredar di tengah masyarakat,kepala desa Aras Kabu ARE diduga dapat setoran senilai 15 ribu per truk.

Saat awak media mengkonfirmasi kepala Desa Aras Kabu berinisial ARE tidak menjawab.

Kondisi ini membuat warga geram. Jalan rusak, lingkungan udara terganggu, tapi pelaku tetap leluasa. Warga menduga ada pembiaran serius karena aktivitas tersebut berlangsung tanpa tindakan aparat penegak hukum.

Tak hanya itu, puluhan truk yang setiap hari melintas menyebabkan pencemaran udara melaui debu dalam jumlah besar, terutama saat musim kemarau, yang setiap hari dihirup warga tanpa perlindungan, memperburuk kualitas hidup dan kesehatan masyarakat sekitar.

“Jika terus dibiarkan, jangan sampai kami turun ke lokasi dan melakukan aksi demo,” tegas warga dengan nada ultimatum, memperingatkan bahwa kesabaran mereka ada batasnya dan kemarahan ini bisa berubah menjadi aksi nyata jika aparat terus bungkam.

Di sisi lain, warga mempertanyakan kehadiran dan kinerja aparat penegak hukum yang dinilai lamban bahkan terkesan tutup mata terhadap praktik ilegal yang sudah sangat jelas terlihat di lapangan, sehingga memunculkan kecurigaan publik adanya pembiaran yang tidak bisa lagi ditoleransi.

Warga kini mendesak aparat kepolisian untuk tidak lagi diam. Tutup lokasi galian C ilegal di Aras Kabu dan tangkap pelakunya. Jika tidak, maka aparat dianggap gagal dan tidak berpihak pada masyarakat.

Saat kapolsek beringin Iptu Hafiz Ansari
dan kanit tipiter polresta deliserdang Akp JESKO SIBURIAN di konfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp atas adanya galian c ilegal yang menyebabkan keresahan warga, tidak menjawab alias kompak diam.

(Permadi Nata N,SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *