BELAWAN | Estetika dan sanitasi di kawasan PT Pelindo Regional 1, khususnya di Jalan Pelabuhan Raya Gabion, Belawan, kian memprihatinkan. Meski berada tak jauh dari gerbang masuk utama, tumpukan sampah organik dan anorganik dibiarkan menggunung hingga menimbulkan aroma busuk yang menyengat bagi pengguna jalan, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, keberadaan papan larangan membuang sampah milik pengelola pelabuhan seolah hanya menjadi pajangan. Oknum warga maupun pengendara tetap sengaja membuang limbah di titik tersebut tanpa ada tindakan tegas dari pihak keamanan kawasan.
Seorang pemulung yang kerap beraktivitas di lokasi, Anto Kake (43), mengungkapkan bahwa pembiaran ini sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
“Sudah lama lokasi ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Biasanya sampah berasal dari kontainer yang melintas atau pengguna jalan yang sengaja melempar bungkusan ke sini,” ungkap Anto.
Meski pihak Pelindo Regional 1 sebelumnya telah dikonfirmasi dan menyatakan terima kasih atas informasi tersebut, hingga kini belum ada langkah konkret atau pengerahan armada kebersihan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.
Kondisi ini memicu kritik keras dari warga dan pemerhati lingkungan. Sebagai objek vital nasional dan pelabuhan internasional, Pelabuhan Belawan seharusnya mencerminkan standar kebersihan yang tinggi.
“Sangat disayangkan, BUMN sebesar Pelindo yang memiliki anggaran operasional besar terkesan abai terhadap urusan sanitasi di depan mata mereka sendiri. Ini pelabuhan internasional, tapi justru bau busuk,” ujar seorang warga yang melintas di lokasi.
Publik kini mendesak manajemen PT Pelindo Regional 1 untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh dan memperketat pengawasan di area tersebut agar citra pelabuhan sebagai gerbang ekonomi Sumatera Utara tidak terus tercoreng. (Gito)