April 26, 2025 3:18 pm
18

Desa Helvetia- Gudang, yang diduga menjadi tempat pengolahan penampungan , dan bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ditemukan beroperasi secara ilegal di Jalan Tj Raya Pasar 6, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, dekat jembatan tol tetap beroperasi, dan belum tersentuh hukum sampai sekarang, diduga kuat tidak memiliki izin resmi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dari hasil pantauan investigasi tim media ini, terlihat Sebua mobil tangki biru putih, kapasitas 16 ton masuk kegudang tersebut, pada hari Rabu malam (19/03/2025), sekitar pukul 22.50 wib, dimobil tangki tersebut tidak ada nama PT, didepan gudang ada sebuah warung, terlihat beberapa orang untuk menjaga mobil tangki tersebut masuk dengan aman.

Diduga aktivitas gudang Pengolahan BBM minyak Solar bersubsidi tersebut, belum ada tindakan hukum sampai sekarang, Salah satu masyarakat yang nama tidak mau ditulis angkat bicara,” Kami masyarakat disini meminta dan mendesak kepada Kapolda Sumut, Pangdam, Kapolres Belawan, Danlantamal 1 Belawan, dan Kapolsek Medan Labuhan, untuk menindak tegas pemilik gudang ” Katanya, Rabu (19/03/2025).

Lanjutnya, Apakah Kapolda Sumut dan Di nas terkait beserta Pangdam, Kapolres Belawan, Danlantamal 1 Belawan, dan Kapolsek Medan Labuhan, tidak berani menindak tegas pemilik gudang,” Bila ini dibiarkan, masyarakat yang jadi korban, kita takutkan sewaktu meledak dan terbakar ” Ucapnya dengan kesal.

Meski pun beberapakali diberita kan, Pihak penegak hukum belum ada tindakan dan lamban, ini membuat pemilik gudang telah mendapat restu untuk menjalankan bisnis ilegalnya, seakan hukum tidak bisa menyentuhnya.

Diduga Aktivitas ilegal ini terdeteksi setelah tim media melakukan investigasi dan menemukan sejumlah indikasi pelanggaran, seperti aktivitas Pengolahan BBM bersubsidi di dalam gudang yang menunjukkan adanya bongkar muat solar.

Penegak hukum ( APH) dalam hal ini, harus segera menyelidiki aktivitas di dalam area gudang tersebut yang di duga melanggar undang – undang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang NO 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi. Dalam Pasal 53 sampai dengan 58 Undang – undang.

“Setiap orang yang Menyalagunakan pengangkutan, dan niaga bahan bakar minyak yang bersubsidi dari Pemerintah ini sudah termasuk tindak pidana dan dapat di ancam dengan pidana penjara paling lama 6 (Enam) Tahun, atau denda paling tinggi RP. 60.000.000.000.00 (Enam puluh miliar rupiah). (Git)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *