April 14, 2024 3:04 am

JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., menerima kunjungan Duta Besar Ekuador untuk Indonesia, H.E. Mr. Santiago Chavez Pareja, di kantor pusat BNN RI, Cawang, saptu 
Tgl (2/2/2024). 

Didampingi Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, I Wayan Sugiri, dan Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Agus Irianto, pertemuan tersebut membahas terkait adanya perubahan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua negara. 

Pada tahun 2022, BNN RI telah melaksanakan Kunjungan Kerja ke Ekuador yang dipimpin oleh Kepala BNN. Dalam kunjungan tersebut, delegasi BNN mengadakan pertemuan dengan Delegasi Kementerian Dalam Negeri Ekuador. Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Kepala BNN RI dan Menteri Dalam Negeri Ekuador menandatangani Letter of Intent (LoI) yang berisi kesepakatan untuk melakukan pertukaran informasi sesuai dengan aturan yang berlaku serta berkomitmen melakukan kerja sama demi kepentingan kedua belah pihak. 

Kedua institusi kemudian menyusun MoU sebagai tindak lanjut dari LoI pada tahun 2022. Meskipun MoU tersebut telah difinalisasi pada bulan September 2023 dan direncanakan akan ditandatangani pada kunjungan kerja Kepala BNN pada akhir September 2023, namun rencana penandatanganan terpaksa tertunda karena situasi dan kondisi Ekuador yang tidak kondusif.

BNN RI kemudian menerima Nota Verbal dari Kedutaan Besar Ekuador di Indonesia yang menyampaikan perubahan pada MoU yang semula telah disepakati. Terkait perubahan tersebut, Direktorat Kerja Sama Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI telah berkoordinasi dengan Direktorat Amerika II di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Pihak Kemlu berpendapat bahwa sebaiknya beberapa poin yang terdapat pada MoU dipisahkan untuk mengakomodasi perubahan yang telah diusulkan.

Perubahan MoU tersebut kini menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Kepala BNN RI dan Duta Besar Ekuador. Kedua belah pihak berharap dapat menyelesaikan perubahan tersebut dengan mempertahankan tujuan awal kerja sama dan menjaga hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Ekuador. 

Pertemuan ini menjadi langkah positif dalam mengatasi hambatan yang timbul akibat perubahan situasi dan kondisi di tingkat internasional, serta menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama dalam upaya bersama memberantas peredaran gelap narkotika di dunia.
(Gito/H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *