Mei 24, 2024 1:01 am

Medan — Genewstv.id

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera utara (DPD Sumut ) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) melakukan pertemuan terbatas Di Gedung A.H Nasution Makodam 1 BB Bersama Pangdam 1 BB Mayor Jenderal TNI Achmad Daniel Chardin
(Selasa) Tgl 6/9/2022

Adapun Tamu undangan yang hadir didalam penyelamatan ekosistem Hutan Danau Toba.
Ketua umum KMDT St Edison Manurung, SH. MM Ketua DPW KMDT Sumut Pro.Dr.rer.nat Binari Manurung, M.Si, Wakil Ketua Bidang
Kependidikan dan Olah Raga, UMKM, Organisasi,
Dr Erika Panjaitan,
Dr. Girsang Wakil ketua Bidang Pertanian, Kehutanan Dan Lingkungan Hidup, Ir Manulang Koordinator Bidang Pertanian, Kehutanan dan lingkungan hidup, Ali Tiopan, SS ( Kahumas) Mandalasah Turnip, SE, (Pimpro) Robin Hutt Turnip (Humas) Sekda Pemprovsu, Kadis bina marga dan kontruksi pemprovsu, kadis kehutanan pemprovsu,
Serta tamu undangan lainya.

Disinggung semenjak berdirinya KMDT
KMDT sejak 3 tahun yang lalu telah hadir di masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah  dengan visi dan misi peningkatan wisatawan ke destinasi parawisata super prioritas danau toba dan penciptaan manusia unggul.

Adapun Salah satu program dari uraian visi dan misi itu adalah pembangunan yang berkelanjutan di Kawasan Danau Toba dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kesuksesan keparawisataan di Kawasan Danau Toba tidak akan terlepas dari keindahan lingkungannya (baik itu dari  keragaman budaya, situs atau geosite serta keragaman tumbuhan dan hewan yang dimilikinya sebagai hasil dari 3 letusan dan 1 kali pengangkatan, yakni pulau samosir) serta perilaku SDMnya.

Untuk itu KMDT sejak terbentuk 3 tahun yang lalu  telah melakukan sejumlah aksi yang peduli dengan pelestarian lingkungan dan Kesehatan masyarakat di Kawasan Danau Toba, diantaranya penghijauan Kembali (reboisasi) lahan kritis, penaburan bibit ikan dan memfasilitasi vaksinasi di 7 kawasan danau toba dengan menghadirkan 100.000 dosis vaksin per kabupaten.

KMDT Juga telah melakukan sejumlah webinar yang mengangkat tema: Banjir bandang, isu-isu strategis
pembangunan berkelanjutan di Kawasan Danau Toba, pembangunan ekonomi hijau serta konflik agrarian. Kegiatan-kegiatan itu dilakukan sebagai wujud Kerjasama antara KMDT dengan Dinas Kehutanan Sumut, Dinas Lingkungan Hidup Sumut dan Kanwil BPN Sumut. Untuk itu KMDT mengucapkan terimakasih atas segala kepercayaannya.

Dalam rangka ulang tahunnya yang ketiga, tepatnya Rakernas ke-3 yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 29-30 September 2022 di Jakarta, KMDT akan melakukan sejumlah aksi peduli lingkungan (upaya penyelamatan ekosistem Danau Toba) sebagai bagian dari Pra-Rakernas, yakni penaburan bibit ikan Kembali di Danau Toba dan penanaman Kembali pohon-pohon di kawasan hutan yang baru-baru ini mengalami bencana kebakaran, dengan berpusat di Pusuk Buhit, sebagai hasil dari Kerjasama antara KMDT dengan dinas kehutanan dan lingkungan hidup Sumut, Pangdam I BB dengan jajarannya seta KaPolda Sumut dengan jajarannya

Sehubungan dengan adanya 8 (delapan) jenis permasalahan lingkungan hidup yang menerpa ekosistem danau toba sebagaimana paparan dari Pangdam I BB (infrastruktur, sampah, KJA, ikan predator, kebakaran, sengketa lahan, bencana banjir dan longsor, lahan kritis, penuruan debit air)  dan tindakan-tindakan atau rekomendasi  apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya, beberapa hasil dari webinar yang telah dilakukan oleh KMDT antaralain:

Pelestarian lingkungan di Kawasan Danau Toba harus dilakukan dengan tetap berpusat kepada 3 pilar rekomendasi Unesco setelah Kawasan Danau Toba ditetapkan sebagai Taman Bumi Dunia, Kaldera Toba Unesco Global Geopark, yakni: Konservasi (perlindungan, pemeliharaan dan panen lestari), edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan perbaikan lingkungan di Kawasan Danau Toba (di daratan maupun perairannya), termasuk pasca kebakaran harus memenuhi persyaratan ekologis, ekonomis, sosial dan hukum.

Jika selama ini telah banyak dilakukan penanaman kembali pohon-pohon (reboisasi/penghijauan) di ekosistem danau Toba, namun kenyataannya hingga saat ini hasil dari penghijauan itu belumlah tampak optimal, bahkan hampir setiap tahun terjadi kebakaran pada lahan-lahan yang telah direboisasi itu, maka ke depan upaya penyelamatan ekosistem danau toba harus berpusat ke pendekatan atau tindakan preventatif dan antisipatif seperti perlunya pembangunan infrastruktur di titik-titik rawan bencana, melengkapi ketersediaan sarana pemadam kebakaran (termasuk helikopter) didalamnya, ketersediaan posko informasi bencana, edukasi yang berkelanjutan ditengah-tengah masyarakat (mulai dari tingkat TK hingga dewasa/masyarakat), mengaktifkan kembali kehadiran dan peranan Kelompok Masyarakat Peduli Api, yang pada masa dulu relative berhasil dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan masyarakat serta penegakan pelaksanaan aturan-aturan (hukum) yang berlaku.

Khusus untuk mengurangi masuknya limbah cair ke Danau Toba, maka sebaiknya IPAL yang telah dibangun oleh pemerintah dengan biaya yang tidak sedikit sebaiknya difungsikan dengan pengelolaan atau manajemen yang

KMDT Merupakan mitra strategis dari pemerintah dan telah hadir di 7 (tujuh) kabupaten (DPD KMDT) yang bersinggungan dengan Danau Toba siap untuk mewujudnyatakan aksi penyelamatan ekosistem Danau Toba.
Ali — Genewstv.id

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *