Tapanuli Utara- Bupati Tapanuli Utara, Dr. Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) Rencana Induk Pembangunan Daerah (RIPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2027–2045 yang berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Rabu (3/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI H. Musa Rajekshah, Anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Hukum sekaligus Kepala Posko Nasional Satgas PRR Sumatera Kemendagri Irjen Pol. Wahyu Bintono Haribawono, S.I.K., S.H., M.H., Kepala BPIW Kementerian Pekerjaan Umum RI Dr. Adenan Rasyid, S.T., M.T., perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Utara, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Turut hadir sebagai host dan moderator Prof. Dr. Ir. Manlian Ronald A. Simanjuntak, S.T., M.T., D.Min., IPU., ASEAN Eng., bersama narasumber Sean Justin, S.Psi. dari PT Sumber Teknik Konstruksi dan Lestari Nurlela, S.E. dari PT Integritas Perkasa Konstruksi. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, pimpinan perangkat daerah, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat se-Kabupaten Tapanuli Utara, serta undangan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa RIPD bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan kompas pembangunan daerah yang akan menjadi pedoman transformasi Tapanuli Utara menuju visi “Tapanuli Utara Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan” hingga tahun 2045.
Bupati juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi, mulai dari perlunya penguatan hilirisasi sektor pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penanganan stunting, penguatan infrastruktur, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan budaya dan ekonomi kreatif.
Melalui forum FGD ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengharapkan lahirnya berbagai masukan strategis yang mampu memperkuat penyusunan Rencana Induk Pembangunan Daerah sebagai arah pembangunan jangka panjang yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara. (hentas)